Selasa, 13 April 2021


DASAR PENULISAN

Hari Jum’at 9 April 2021, Pelatihan Belajar Menulis gelombang 18 memasuki pertemuan ketiga, Bu Aam yang ramah nan santun  menyapa semua peserta sekaligus membuka acara mewakili Om Jay yang sedang fokus  disertasi S3.

Malam ini Kelas menulis dimoderatori oleh Pak Sucipto dan narasumbernya adalah ibu Rita Wati dari Bali.

Sebagai moderator Pak Cip memulai acara dengan mengajak audience untuk berdo’a dilanjutkan memperkenalkan diri dan menyampaikan susunan acara, sebagai berikut :

1.       Pembukaan

2.       Paparan narasumber (60 menit)

3.       Tanya Jawab (60 menit)

4.        Penutup

Adapun narasumber malam ini adalah ibu Rita Wati, S.Kom dengan Tema “Dasar Penulisan”.

Ibu Rita Wati yang hebat adalah alumni Kelas Belajar Menulis gelombang 10, persis setahun yang lalu bertepatan dengan Ramadhan 1441 H, beliau telah menulis 4 buku dengan genre yang berbeda yaitu buku tutorial, cerpen kumpulan kisah dan hasil resume belajar menulis. Bu Rita juga menulis di 3 buku antologi, dari sini beliau belajar tentang keunikan dari masing-masing penulis.

Sebelum melanjutkan ke materi Dasar Penulisan, terlebih dahulu beliau bertanya kepada bapak/ibu yang bergabung di group belajar menulis, kira-kira menulis itu susah apa tidak?, jika susah apa penyebabnya?. Mungkin sulit menulis itu penyebabnya adalah susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, susah memulai, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, merasa tulisanya jelek, merasa tulisan tidak layak dibaca. Jika memang demikian permasalahanya maka buang saja jauh-jauh ke dasar laut, dan yang harus dilakukan adalah menulis menulis dan menulis.

Dasar-Dasar Kepenulisan

A.   Unsur-unsur dalam penulisan yaitu 5W dan 1H, meliputi :

1.       What (apa) : apa yang terjadi? apa dampaknya?

2.       Where (dimana) : dimana kejadianya?

3.       When (kapan) : kapan kejadianya?

4.       Who (siapa) : siapa saja yang ada di dalamnya?

5.       Why (mengapa) : mengapa terjadi?

6.       How (bagaimana) : bagaimana bisa terjadi?

Untuk mempermudah penghafalan 6 unsur: Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana disingkat dengan ADIKSIMBA. Nah jika 6 unsur tersebut telah terpenuhi maka tulisan akan mudah dipahami dan dibaca.

B. Kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula

1. Menulis dengan paragraf yang panjang

2. Sering keliru dalam menulis tanda baca

3. Tidak menggunakan kata baku

4. Sering ditemukan kata yang tidak efektif

C. Tips agar tulisan enak dibaca

1. Banyak membaca, dengan membaca menambah pengetahuan, menemukan ide, memperkaya kosa kata

2. Menulis setiap hari, tidak perlu panjang, perhatikan tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragrafnya

3. perhatikan paragraf pembuka, isi dan penutup. Buatlah opening dan closing yang menarik pembaca

4. Perhatikan pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)

5. Perhatikan susunan Subyek, predikat, obyek dan keterangan (SPOK)

6. Setelah selesai menulis, bacalah berulang-ulang minimal 3 kali, buang kata atau kalimat yang tidak efektif

7. Perhatikan perbedaan menulis di media online dengan di buku. Menulis di buku harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar

 (Baca tulisan lengkapnya di  http://bit.ly/Tips-Agar-Tulisan-Enak-Dibaca)

D. Hal-hal yang harus diperhatikan bagi penulis pemula

1. Penggunaan huruf kapital/ besar :

a) Dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. Contoh: Dia sedang mengikuti pelatihan menulis

b) Huruf pertama unsur nama orang. Contoh: Sukarno, Raden Ajeng Kartini

c) Dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. Contoh: “Ayo kita pulang Bu!” Rengek Joni pada ibunya

d) Dipakai sebagai huruf pertama nama agama, kitab suci, Tuhan, kata ganti Tuhan. Contoh: Islam, Alqur’an, hambaNya

e) Dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh: Saya telah membaca buku Merajut Asa Sejak Belia

f) Dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat ataupun sapaan. 

    Contoh: S.H. = Sarjana Hukum

S.Kom = Sarjana Komputer

2. Penggunaan kata depan di

a) Kata di-menunjukkan fungsi sebagai imbuhan

b) Kata di-diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-).

3. Penulisan di dipisah jika:

 a) Kata di berfungsi sebagai kata depan

b) Kata di diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif, kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.

Contoh: di sini tidak bisa dirubah menyini

4.    Penggunaan tanda seru: tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Contoh: Alangkah indahnya pemandangan di Nusa Dua!

Setelah sesi materi berlangsung selama kurang lebih satu jam, kemudian dilanjutkan dengan Tanya Jawab. Lumayan ada 10 pertanyaan, semuanya dijawab dengan lugas dan jelas. Diantaranya adalah pertanyaan dari Bu Anita tentang penulisan cerpen. Bu Rita menyampaikan bahwa penulisan makalah, skripsi harus menggunakan kata baku berbeda dengan cerpen, novel yang bisa disesuaikan atau biasa disebut selingkung.

Di akhir sesi beliau menyampaikan terutama kepada penulis pemula  jika masih banyak belum mengetahui tentang kaidah penulisan jangan takut. Teruslah menulis, tuangkan semua ide yang ada dalam tulisan jangan pernah takut salah, selesaikan tulisan ketika ide datang. Perbanyak latihan dan latihan, bacalah karya-karya orang lain niscaya perlahan-lahan akan menemukan trik menulis yang menarik dan endingnya membuat pembaca penasaran.

 

Salam Literasi!

Tanggal pertemuan: Jum’at, 9 April 2021

Resume ke: 3

Tema: Dasar Penulisan

Narasumber: Rita Wati, S.Kom

Gelombang: 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis itu Mudah

Benarkah menulis itu mudah? Menurut bapak Ngainun Naim menulis itu MUDAH. Bagaimana caranya? Ada 6 kunci agar mudah untuk menulis : 1. Setti...