Sabtu, 24 April 2021

Buku Mahkota Penulis Buku Muara Tulisan

 

Hari Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan hari Kartini sang pahlawan emansipasi wanita, sebagaimana para pejuang Belajar menulis gelombang 18 yang sebagian besar juga dari kaum perempuan, dimana telah memasuki hari ke-8. Narasumber hebat pada pertemuan kali ini adalah Bapak H Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.

Pada siang ini yang bertindak sebagai moderator adalah Bu Dita, dengan ramah dan santun beliau menyapa peserta belajar menulis gelombang 18 dilanjutkan memperkenalkan profil Narasumber.

Bapak H. Thamrin Dahlan, SKm, M.Si lahir di Tempino Jambi, 7 Juli 1952, Alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Tinggal di Kel. Dukuh Kramatjati Jakarta Timur, Purnawirawan Polri terakhir bertugas sebagai DIrektur Pasca Rehabilitasi BNN Pangkat Kombes Pol., Pekerjaan : Dosen dan Penulis serta Pendiri Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), Aktif menulis sejak 2010 telah menerbitkan 37 Judul Buku. Saat ini Fokus membantu para penulis menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya. Motto Menulis : Penasehat Penakawan Penasaran

Materi pada pertemuan kali ini adalah Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan.

Sesungguhnya tulisan tulisan itu ibarat air yang mengalir tetes demi tetes dan bergabung menjadi satu mengalir jauh ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di lautan, itulah Buku. Buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas hadirnya seorang anak manusia di muka bumi.

A.   Semua Orang Punya Buku

Setiap Orang pasti memiliki Buku, buku dalam arti nama seseorang tertulis di sampul/cover depan buku.

1.       Ketika SD memiliki Buku Raport yang disampul depan tercantum nama seseorang yang dituliskan oleh bapak/ibu guru yang baik hati

2.       Ketika SMP, SMA, SMK, selain raport seperti saat di SD, para peserta didik diwajibkan menyusun karya tulis sekalipun kadang kerja kelompok, selanjutnya makalah dijilid dan jadilah Buku.

3.       Ketika di Perguruan Tinggi, kualitas buku seorang sarjana memiliki harkat terhormat, buku itu adalah Skripsi, Thesis dan Disertasi yang diterbitkan setelah melalui proses yang panjang, mulai dari seminar proposal, melakukan penelitian, diuji di depan para guru besar Universitas.

Buku ilmiah yang tertulis nama seseorangg di cover depan tersebut akan tersimpan abadi di perpustakaan kampus, dan yang menjadi kebanggaan adalah ia secara  legal telah berhak menyandang gelar kesarjanaan, satu yang belum tercantum di sampul yaitu ISBN (International Standart Book Number).

B.    Buku Pribadi

Bapak pemilik motto Penasehat Penakawan Penasaran memiliki 37 judul buku berawal dari motivasi yang kuat ingin meninggalkan jejak abadi di muka bumi, dikuatkan lagi dengan perkataan teman “Janganlah pulak nama awak hanya tertulis di Buku Yasin dan Batu Nissan,” oleh karena itu setelah memasuki masa pensiun Tahun 2010, selain memberikan kuliah beliau mengisi waktu luang untuk menulis seperti anjuran keluarga.

Bapak Dahlan mulai menulis 19 Agustus 2010 di kompasiana.com terbata bata, berkeringat, resah gelisah, khawatir apakah tulisanya pantas berada di media besar yang berpenghuni hebat. Ternyata bisa karena biasa, bukan lagi memaksakan diri tetapi total tertantang mengikuti jejak ibunda Hajjah Kamsiah binti Sutan Mahmud (Almarhumah) seorang keturunan Minangkabau yang diberkahi talenta mahir menulis.

Dari pengalaman pribadi inilah akhirnya beliau merasakan masuk ke dunia baru yang mengasyikan, inspirasi dan aspirasi serta angan-angan dipentaskan baik dalam bentuk reportase, opini dan fiksi. 3 jenis tulisan ini mengalir bak air bah yang endingnya masuk kategori kecanduan menulis.

C.      Kiat Menulis

1.       Methode Menulis Sekali Duduk Jadi

a)    Upayakan tidak meninggalkan tulisan

b)   Hiraukan kesalahan ketik

c)    Ketika Blank, tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru

d)   Baca beruang-ulang pada proses editing

e)    Sebagai pemula cukup 5 paragraf

f)     Bersegera posting tulisan di media sosial

2.       Menulis Pendek-Pendek

a)    Menulis pendek-pendek, upayakan maximal 9 kata dalam satu kalimat

b)   Bahasa bicara/ seperti bertutur kata

c)    Mudah dimengerti

d)   Runtut tidak menjlimet

D. Ada 3 Rahasia Menulis

1.       Tulisan itu ternyata memiliki roh, dalam arti hidup dengan syarat tulisan disyiarkan di media sosial, terdapat pembaca apalagi diberi  komentar (terlepas itu komentar baik atau buruk), maka anda telah berhasil menjadi penulis non Buku harian

2.       Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri, biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya (Buya Hamka). Bapak Thamrin Dahlan membuka rahasia tersebut ketika buku Bukan Orang Terkenal entah bagaimana caranya sampai ke tangan pak Prabowo Subianto, akhirnya meembawa beliau mendapat kehormatan menjadi penulis resmi Partai Gerindra selama masa kampanye 2014. Terbit buku Prabowo Presidenku, best seller sampai dibajak.

3.       Suprie tak terduga. Mendapat kesempatan berbicara di depan Presiden Jokowi. Anugerah yang membanggakan, dengan menulis mampu menembus batas birokrasi.

E. Program YPTD

Bapak Thamrin Dahlan yang hebat, mendirikan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) pada Juli 2019 mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu membantu para penulis menerbitkan Buku perdana  ber-ISBN secara GRATIS, prosedur sangat sederhana dan dalam waktu 14 hari buku terbit.

Ada 3 Program, Apabila salah satunya telah terpenuhi bisa menerbitkan buku gratis di YPTD

1.       Penulis telah memiliki Naskah Buku

2.       Penulis aktif posting tulisan di website YPTD terbitkan bukugratis.id setelah terkumpul 40 artikel maka  buku akan diterbitkan

3.       Menerbitkan buku antologi berupa kumpulan tulisan yang di posting dalam 1 bulan.

Di akhir sesi materi menyampaikan, Buku adalah Mahkota Seorang Penulis.  Layaknya seorang Raja, beliau diakui sebagai Penguasa karena mengenakan Mahkota di kepalanya. Mahkota itulah bentuk pengakuan resmi dari rakyatnya.  Analog dengan Seorang penulis tanpa memiliki buku maka belum bisa dikatakan sebagai seorang penulis sejati.

 

Salam Literasi.

Tanggal pertemuan        : Rabu, 21 April 2021

Resume ke                       : 8

Tema                                : Buku Mahkota Penulis Buku Muara Tulisan

Narasumber                    : H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.

Gelombang                      : 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 

Hari ini Senin 19 April 2021, pelatihan menulis gelombang 18  telah memasuki hari ke-7. Seperti biasa di bulan suci ramadhan kegiatan dilaksanakan di siang hari, Tepat pukul 13.00 WIB Moderator yang hebat siapa lagi kalau bukan Bapak Sucipto, S.Pd membuka acara dengan membaca basmalah dilanjutkan menyampaikan susunan acara ;

1.       Pembukaan

2.       Paparan narasumber (60 menit)

3.       Tanya jawab (60 menit)

4.       Penutup

Pada pertemuan kali ini menghadirkan narasumber muda nan luar biasa Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd. Adapun tema siang ini adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.

Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, bertugas sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta, beliau alumni Belajar Menulis gelombang 4, telah  melahirkan 3 buku solo dan beberapa buku antologi.

Narasumber mengawali materi pelatihan dengan terlebih dahulu mengucapkan puji syukur dapat mengikuti Belajar menulis pada maret 2020, beliau merasakan betapa manfaat pelatihan sangat banyak, sehingga saat ini bersedia meluangkan waktunya demi menjadi relawan membantu Om Jay mengurus Pelatihan Belajar Menulis ini. Beliau juga berterima kasih diberi kesempatan untuk mengisi materi dalam pelatihan belajar menulis,  semoga semua tetap semangat menulis sampai menerbitkan buku yang merupakan syarat kelulusan pelatihan Belajar Menulis, sekalipun belajarnya melalui whatssapp.

Ketika awal didirikan Pelatihan Belajar Menulis, belum menghadirkan narasumber yang membahas tentang teknik menerbitkan buku di penerbit Indie namun sekarang sudah menghadirkan  narasumber dari beberapa penerbit Indie, bahkan ada penerbit  yang mau melayani penerbitan tanpa seleksi, ini kesempatan yang baik dan sayang jika disia-siakan.

Dahulu saat Penerbit Indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu Penerbit Mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex media dan lain-lain. Penulis harus mati-matian berjuang mengikuti proses seleksi agar tulisan bisa tembus di penerbit dan ketika naskah dinyatakan diterima harus menunggu sangat lama untuk antri diterbitkan.

Saat ini ada ada Penerbit Indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut :

1.       Naskah pasti diterbitkan

2.       Proses penerbitan mudah dan cepat

3.       Biaya sangat murah

Pak Brian yang rendah hati menyampaikan bahwa 3 Buku Solo beliau juga diterbitkan di Penerbit Indie, apa jadinya jika tidak ada Penerbit Indie mungkin buku saya belum tercetak, memang disini  memerlukan  biaya untuk fasilitas pra cetak sebagai konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, biaya menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapatkan hasil cetak yang memuaskan.

Sejak tahun 2014 narasumber muda ini sebenarnya mempunyai keinginan menulis buku tutorial blog namun terkendala dengan siapa yang menjadi mentor untuk membimbing, dimana dan bagaimana menerbitkan buku secara mandiri.  Beliau hanya tahu nulisbuku.com gratis cetak tetapi tidak termasuk desain cover dan ISBN, jika mau biayanya sekitar satu juta, waktu itu masih kuliah tidak mungkin mengeluarkan biaya sebesar itu akhirnya semangat naik turun, dan naskah hanya tersimpan di laptop.

Pada tahun 2019 tidak sengaja menemukan hastag di instagram tentang penerbit indie, semangat beliau menyelesaikan naskah bangkit lagi. Naskah tutorial blog dirombak menjadi panduan blog khusus guru, sebab blog khusus untuk guru masih sedikit. Akhir Oktober 2019 mengirimkan naskah ke penerbit indie, berselang 3 bulan tepatnya Januari 2020 terbitlah  buku pertama yang berjudul Blog Untuk Guru Era 4.0.

Pemateri ke-7 Belajar Menulis gelombang 18 ini sejak juli 2020 bisa membantu menerbitkan buku para penulis melalui Penerbit Gemala yang merupaan anak perusahaan Keira publishing dan telah terdaftar di IKAPI, adapun ketentuan umumnya silahkan melihat di poster.


Mungkin orang akan bertanya-tanya, apakah benar hanya dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? kenyataanya sudah ada 46 buku yang terbit.

Selain ketentuan umum ada ketentuan khusus di penerbit Gemala :

1.       Cetak ulang harus di penerbit Gemala

2.       Cetak ulang minimal 10 buku

3.       Proses cetak minimal 1 bulan sejak biaya ditransfer

4.       Ukuran kertas A5

5.       Maximal 130 halaman, selebihnya ada biaya tambahan

6.       Sertakan dalam naskah : cover (judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomer halaman), profil penulis dan sinopsis.

Untuk editing, penerbit tidak mengecek secara detail, saran saya jangan terlalu mengandalkan penerbit untuk editing. Pastikan naskah yang dikirim sudah tidak ada kesalahan.

 

Tips dalam mengedit naskah :

1.       Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm…)

2.       Jangan ada tulisan yang salah ketik (typo)

3.       Dalam satu paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

4.       Biasakan membuat kalimat pendek-pendek dan tidak membingungkan

5.       Setiap bab baru harus berada di halaman baru

Sekian, Terimakasih

Salam Literasi

Tanggal pertemuan        : Senin, 19 April 2021

Resume ke                       : 7

Tema                                 : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber                    : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Gelombang                      : 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menulis itu Mudah

Benarkah menulis itu mudah? Menurut bapak Ngainun Naim menulis itu MUDAH. Bagaimana caranya? Ada 6 kunci agar mudah untuk menulis : 1. Setti...