Kamis, 13 Oktober 2022

Menulis itu Mudah


Benarkah menulis itu mudah?

Menurut bapak Ngainun Naim menulis itu MUDAH.

Bagaimana caranya?

Ada 6 kunci agar mudah untuk menulis :

1. Setting pikiran anda bahwa menulis itu mudah

Jika seseorang memiliki pemikiran bahwa menulis itu mudah maka akan mudah, tetapi sebaliknya jika memiliki pemikiran sulit maka akan sulit. Mindset mudah membantu kita tetap optimis untuk mewujudkan bahwa menulis itu tidak sulit.

2. Ciptakan pikiran bahwa menulis itu ketrampilan Sekolah Dasar.

Menulis merupakan ketrampilan  tingkat Sekolah Dasar, sehingga tidak selalu membutuhkan pendidikan yang tinggi dan tidak pula bakat istimewa bawaan lahir akan tetapi membutuhkan minat dan kemauan untuk berlatih. Dengan demikian siapapun bisa menulis asalkan ada kemauan dan ada tindakan.

Menurut bapak Ngainun Naim ada tipe kuadran menulis : 

🖌️Tipe pertama adalah mereka yang terus bertahan, berproses, dan menekuni dunia menulis

🖌️Tipe kedua adalah penulis musiman. Maksudnya, ia produktif menulis tidak setiap saat tetapi bergantung kepada momentum.

🖌️Tipe ketiga adalah penulis yang pernah produktif. Pada suatu masa tertentu

🖌️Tipe keempaat adalah penulis yang pernah muncul dengan karyanya.

🖌️Tipe kelima adalah penulis cita-cita. Ya, cita-citanya menjadi penulis. Namanya juga cita-cita, belum ada karyanya. Ia masih terus membangun cita-citanya, entah kapan akan terwujud.


https://www.spirit-literasi.id/2021/10/tipe-dan-kuadran-menulis.html

3. Banyak membaca

Membaca akan menambah wawasan pengetahuan, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi faham, dari sedikit faham menjadi luas pengetahuan dan pemahaman, dengan membaca perbendaharaan kosa kata semakin banyak dan ini sebagai bahan untuk menulis. 

Menurut pak Naim membaca merupakan syarat wajib untuk bisa menulis yang baik. Membaca bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun saat ada waktu senggang. Kebiasaan inilah yang akhirnya bisa menumbuhkan ide menulis. 


4. Luangkan waktu bukan menunggu waktu luang

Jika kita menunggu waktu luang untuk menulis sepertinya sulit dan hampir tidak mungkin karena kesibukan seseorang semakin hari bukan semakin berkurang akan tetapi bertambah, dengan demikian harus meluangkan waktu khusus untuk menulis setiap hari, tidak usah lama tapi konsisten, setengah jam itu sudah luar biasa. Ada seorang sahabat yang biasa menulis di HP, setiap ada kesempatan ia menggunakan waktu untuk menulis meskipun hanya 5 menit, sekarang sudah puluhan buku yang dihasilkan berkat konsisten / Istiqomah.


5. Rajin mengamati mencatat dan mengolah menjadi tulisan

Seorang penulis harus peka, baik pendengaran, penglihatan, perasaan. Dengan melihat mendengar merasakan sesuatu yang di depan mata kemudian mencatat serta mengolah menjadi sebuah tulisan yang indah, hal biasa bisa menjadi luar biasa oleh seorang penulis. 

Jika anda seorang pemula jangan berpikir menjadikan tulisan sempurna, karena sempurna itu membutuhkan proses, teruslah menulis dan menulis secara konsisten maka kesempurnaan akan mengikuti.


6. Belajar menulis kepada penulis

Jumat, 08 Oktober 2021

Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

 


Tak terasa senja telah berlalu malampun tiba, desiran angin yang lumayan kencang membuat suasana semakin dingin, maklum ini bulan oktober, saatnya pergantian cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan. Sekalipun demikian tak mengurangi semangat untuk menyimak pelatihan belajar menulis yang saat ini memasuki pertemuan ketiga gelombang 21 dan 22.

Pukul 19.00 WIB Pak Dail sang moderator handal memasuki Kelas Belajar menulis dengan ramah dan penuh antusias, memulai acara dengan mengajak para peserta untuk berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinan masing-masing dilanjutkan  memperkenalkan narasumber hebat yang akan menemani Kelas menulis malam ini, beliau adalah ibu Ritawati dari Bali seorang Teacher, blogger, writer, youtuber, dll. Adapun materi yang disampaikan adalah Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Apa sebenarnya rahasia dalam menulis dan menerbitkan buku?

Menurut Bu Rita, terlebih dahulu tentukan apa tujuan/ motivasi anda dalam menulis, apakah untuk belajar, sekedar hobi, keterpaksaan, salah satu peryaratan naik pangkat atau ingin mendapatkan pundi-pundi uang. Apapun motivasi anda semuanya baik dan tidak ada yang salah, setelah menentukan motivasi maka mulailah untuk menulis apa yang ada dalam pikiran anda, caranya :

1.       Tulislah apa yang anda kuasai dan anda senangi
2.       Bacalah buku-buku terbaik untuk memperbanyak pengetahuan dan kosa kata
3.       Latihlah menulis setiap hari 100 kata kemudian tingkatkan 150 kata naik lagi Pentigraf (menulis              tiga paragraph) naik lagi 1000 kata dan seterusnya.
4.       Lakukan setiap hari
5.       Setelah terbiasa menulis maka buatlah peta konsep atau TOC, jika tulisan anda ingin dijadikan               sebuah buku
6.       Mulailah join menulis buku antologi untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis buku solo

Jika anda seorang penulis pemula biasanya akan mengalami beberapa masalah diantaranya tak punya ide, bingung mau menulis apa, sedikit kosa kata, sulit merangkai kata, menunda-nunda waktu, tidak percaya diri bahkan merasa tulisannya jelek dan tak layak untuk dibaca, namun kendala-kendala tersebut bisa diatasi dengan mudah yaitu menulis, menulis  dan menulis.

Pada sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan peserta yang menarik diantaranya :

Mengapa pelatihan belajar menulis PGRI harus menulis di blog?

Sebab blog adalah media yang dapat mempublikasikan tulisan tanpa takut ditolak, bahkan tulisan anda tidak hanya dibaca teman dekat anda tetapi oleh orang seluruh dunia.

Bagaimana cara menghindari Plagiasi?

Selama anda menulis dengan gaya bahasa sendiri maka akan terhindar dari plagiasi. Ada aplikasi untuk mengecek plagiasi. Silahkan buka di google :

https://www.grammarly.com/plagiarism-checker?q=plagiarism&utm_source=google&utm_medium=cpc&utm_campaign=13176215906&utm_content=522866031766&utm_term=free%20online%20plagiarism%20detector&matchtype=b&placement=&network=g&gclid=CjwKCAjw2P-KBhByEiwADBYWCqdKYZ205XecT9oHks6G5GCle7nqyz9vKEAveuB72iZASHgpTqzA8BoC0-4QAvD_BwE&gclsrc=aw.ds

Apakah bakat juga berperan membuat seseorang itu menjadi penulis handal? karena sering mendengar kata2 "pantas dia bisa karena sudah ada bakatnya" .Benarkah demikian?

Dalam hal ini Bu Rita menjawab bahwa menulis itu bukanlah bakat akan tetapi ketrampilan, semakin sering orang menulis maka akan semakin terampil. Sedangkan orang yang berbakat menulis tetapi tidak pernah atau jarang menulis maka tidak akan terampil.

Bagaimana cara menyiasati waktu menulis ditengah-tengah kesibukan mengajar dan ibu rumah tangga?

Bu Rita juga sibuk, di sekolah mengajar 19 Kelas, selain itu ada tugas tambahan sebagai OPS, Proktor ANBK, Kepala Lan, belum tugas dirumah tangga dan saat ini sering diminta menjadi moderator dan Narsum. Semua akan menjadi beban jika kita tidak meluangkan waktu. Intinya jangan menunggu waktu luang baru menulis akan tetapi luangkan waktu anda  untuk menulis. Jika terlalu sibuk tulislah Quote. Contoh : Perbedaan Orang Sukses dengan Gagal adalah Masalah Waktu,  Orang Sukses Memanfaatkan Waktu, Orang Gagal Menyia-nyiakan Waktu.

Salam Literasi

Tanggal pertemuan: Jum’at, 8 Oktober 2021

Pertemuan ke: 3

Tema: Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Narasumber: Ritawati, S.Kom

Gelombang: 21

🙏🙏 maaf penulis pemula







Sabtu, 24 April 2021

Buku Mahkota Penulis Buku Muara Tulisan

 

Hari Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan hari Kartini sang pahlawan emansipasi wanita, sebagaimana para pejuang Belajar menulis gelombang 18 yang sebagian besar juga dari kaum perempuan, dimana telah memasuki hari ke-8. Narasumber hebat pada pertemuan kali ini adalah Bapak H Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.

Pada siang ini yang bertindak sebagai moderator adalah Bu Dita, dengan ramah dan santun beliau menyapa peserta belajar menulis gelombang 18 dilanjutkan memperkenalkan profil Narasumber.

Bapak H. Thamrin Dahlan, SKm, M.Si lahir di Tempino Jambi, 7 Juli 1952, Alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Tinggal di Kel. Dukuh Kramatjati Jakarta Timur, Purnawirawan Polri terakhir bertugas sebagai DIrektur Pasca Rehabilitasi BNN Pangkat Kombes Pol., Pekerjaan : Dosen dan Penulis serta Pendiri Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), Aktif menulis sejak 2010 telah menerbitkan 37 Judul Buku. Saat ini Fokus membantu para penulis menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya. Motto Menulis : Penasehat Penakawan Penasaran

Materi pada pertemuan kali ini adalah Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan.

Sesungguhnya tulisan tulisan itu ibarat air yang mengalir tetes demi tetes dan bergabung menjadi satu mengalir jauh ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di lautan, itulah Buku. Buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas hadirnya seorang anak manusia di muka bumi.

A.   Semua Orang Punya Buku

Setiap Orang pasti memiliki Buku, buku dalam arti nama seseorang tertulis di sampul/cover depan buku.

1.       Ketika SD memiliki Buku Raport yang disampul depan tercantum nama seseorang yang dituliskan oleh bapak/ibu guru yang baik hati

2.       Ketika SMP, SMA, SMK, selain raport seperti saat di SD, para peserta didik diwajibkan menyusun karya tulis sekalipun kadang kerja kelompok, selanjutnya makalah dijilid dan jadilah Buku.

3.       Ketika di Perguruan Tinggi, kualitas buku seorang sarjana memiliki harkat terhormat, buku itu adalah Skripsi, Thesis dan Disertasi yang diterbitkan setelah melalui proses yang panjang, mulai dari seminar proposal, melakukan penelitian, diuji di depan para guru besar Universitas.

Buku ilmiah yang tertulis nama seseorangg di cover depan tersebut akan tersimpan abadi di perpustakaan kampus, dan yang menjadi kebanggaan adalah ia secara  legal telah berhak menyandang gelar kesarjanaan, satu yang belum tercantum di sampul yaitu ISBN (International Standart Book Number).

B.    Buku Pribadi

Bapak pemilik motto Penasehat Penakawan Penasaran memiliki 37 judul buku berawal dari motivasi yang kuat ingin meninggalkan jejak abadi di muka bumi, dikuatkan lagi dengan perkataan teman “Janganlah pulak nama awak hanya tertulis di Buku Yasin dan Batu Nissan,” oleh karena itu setelah memasuki masa pensiun Tahun 2010, selain memberikan kuliah beliau mengisi waktu luang untuk menulis seperti anjuran keluarga.

Bapak Dahlan mulai menulis 19 Agustus 2010 di kompasiana.com terbata bata, berkeringat, resah gelisah, khawatir apakah tulisanya pantas berada di media besar yang berpenghuni hebat. Ternyata bisa karena biasa, bukan lagi memaksakan diri tetapi total tertantang mengikuti jejak ibunda Hajjah Kamsiah binti Sutan Mahmud (Almarhumah) seorang keturunan Minangkabau yang diberkahi talenta mahir menulis.

Dari pengalaman pribadi inilah akhirnya beliau merasakan masuk ke dunia baru yang mengasyikan, inspirasi dan aspirasi serta angan-angan dipentaskan baik dalam bentuk reportase, opini dan fiksi. 3 jenis tulisan ini mengalir bak air bah yang endingnya masuk kategori kecanduan menulis.

C.      Kiat Menulis

1.       Methode Menulis Sekali Duduk Jadi

a)    Upayakan tidak meninggalkan tulisan

b)   Hiraukan kesalahan ketik

c)    Ketika Blank, tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru

d)   Baca beruang-ulang pada proses editing

e)    Sebagai pemula cukup 5 paragraf

f)     Bersegera posting tulisan di media sosial

2.       Menulis Pendek-Pendek

a)    Menulis pendek-pendek, upayakan maximal 9 kata dalam satu kalimat

b)   Bahasa bicara/ seperti bertutur kata

c)    Mudah dimengerti

d)   Runtut tidak menjlimet

D. Ada 3 Rahasia Menulis

1.       Tulisan itu ternyata memiliki roh, dalam arti hidup dengan syarat tulisan disyiarkan di media sosial, terdapat pembaca apalagi diberi  komentar (terlepas itu komentar baik atau buruk), maka anda telah berhasil menjadi penulis non Buku harian

2.       Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri, biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya (Buya Hamka). Bapak Thamrin Dahlan membuka rahasia tersebut ketika buku Bukan Orang Terkenal entah bagaimana caranya sampai ke tangan pak Prabowo Subianto, akhirnya meembawa beliau mendapat kehormatan menjadi penulis resmi Partai Gerindra selama masa kampanye 2014. Terbit buku Prabowo Presidenku, best seller sampai dibajak.

3.       Suprie tak terduga. Mendapat kesempatan berbicara di depan Presiden Jokowi. Anugerah yang membanggakan, dengan menulis mampu menembus batas birokrasi.

E. Program YPTD

Bapak Thamrin Dahlan yang hebat, mendirikan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) pada Juli 2019 mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu membantu para penulis menerbitkan Buku perdana  ber-ISBN secara GRATIS, prosedur sangat sederhana dan dalam waktu 14 hari buku terbit.

Ada 3 Program, Apabila salah satunya telah terpenuhi bisa menerbitkan buku gratis di YPTD

1.       Penulis telah memiliki Naskah Buku

2.       Penulis aktif posting tulisan di website YPTD terbitkan bukugratis.id setelah terkumpul 40 artikel maka  buku akan diterbitkan

3.       Menerbitkan buku antologi berupa kumpulan tulisan yang di posting dalam 1 bulan.

Di akhir sesi materi menyampaikan, Buku adalah Mahkota Seorang Penulis.  Layaknya seorang Raja, beliau diakui sebagai Penguasa karena mengenakan Mahkota di kepalanya. Mahkota itulah bentuk pengakuan resmi dari rakyatnya.  Analog dengan Seorang penulis tanpa memiliki buku maka belum bisa dikatakan sebagai seorang penulis sejati.

 

Salam Literasi.

Tanggal pertemuan        : Rabu, 21 April 2021

Resume ke                       : 8

Tema                                : Buku Mahkota Penulis Buku Muara Tulisan

Narasumber                    : H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.

Gelombang                      : 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 

Hari ini Senin 19 April 2021, pelatihan menulis gelombang 18  telah memasuki hari ke-7. Seperti biasa di bulan suci ramadhan kegiatan dilaksanakan di siang hari, Tepat pukul 13.00 WIB Moderator yang hebat siapa lagi kalau bukan Bapak Sucipto, S.Pd membuka acara dengan membaca basmalah dilanjutkan menyampaikan susunan acara ;

1.       Pembukaan

2.       Paparan narasumber (60 menit)

3.       Tanya jawab (60 menit)

4.       Penutup

Pada pertemuan kali ini menghadirkan narasumber muda nan luar biasa Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd. Adapun tema siang ini adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.

Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, bertugas sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta, beliau alumni Belajar Menulis gelombang 4, telah  melahirkan 3 buku solo dan beberapa buku antologi.

Narasumber mengawali materi pelatihan dengan terlebih dahulu mengucapkan puji syukur dapat mengikuti Belajar menulis pada maret 2020, beliau merasakan betapa manfaat pelatihan sangat banyak, sehingga saat ini bersedia meluangkan waktunya demi menjadi relawan membantu Om Jay mengurus Pelatihan Belajar Menulis ini. Beliau juga berterima kasih diberi kesempatan untuk mengisi materi dalam pelatihan belajar menulis,  semoga semua tetap semangat menulis sampai menerbitkan buku yang merupakan syarat kelulusan pelatihan Belajar Menulis, sekalipun belajarnya melalui whatssapp.

Ketika awal didirikan Pelatihan Belajar Menulis, belum menghadirkan narasumber yang membahas tentang teknik menerbitkan buku di penerbit Indie namun sekarang sudah menghadirkan  narasumber dari beberapa penerbit Indie, bahkan ada penerbit  yang mau melayani penerbitan tanpa seleksi, ini kesempatan yang baik dan sayang jika disia-siakan.

Dahulu saat Penerbit Indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu Penerbit Mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex media dan lain-lain. Penulis harus mati-matian berjuang mengikuti proses seleksi agar tulisan bisa tembus di penerbit dan ketika naskah dinyatakan diterima harus menunggu sangat lama untuk antri diterbitkan.

Saat ini ada ada Penerbit Indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut :

1.       Naskah pasti diterbitkan

2.       Proses penerbitan mudah dan cepat

3.       Biaya sangat murah

Pak Brian yang rendah hati menyampaikan bahwa 3 Buku Solo beliau juga diterbitkan di Penerbit Indie, apa jadinya jika tidak ada Penerbit Indie mungkin buku saya belum tercetak, memang disini  memerlukan  biaya untuk fasilitas pra cetak sebagai konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, biaya menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapatkan hasil cetak yang memuaskan.

Sejak tahun 2014 narasumber muda ini sebenarnya mempunyai keinginan menulis buku tutorial blog namun terkendala dengan siapa yang menjadi mentor untuk membimbing, dimana dan bagaimana menerbitkan buku secara mandiri.  Beliau hanya tahu nulisbuku.com gratis cetak tetapi tidak termasuk desain cover dan ISBN, jika mau biayanya sekitar satu juta, waktu itu masih kuliah tidak mungkin mengeluarkan biaya sebesar itu akhirnya semangat naik turun, dan naskah hanya tersimpan di laptop.

Pada tahun 2019 tidak sengaja menemukan hastag di instagram tentang penerbit indie, semangat beliau menyelesaikan naskah bangkit lagi. Naskah tutorial blog dirombak menjadi panduan blog khusus guru, sebab blog khusus untuk guru masih sedikit. Akhir Oktober 2019 mengirimkan naskah ke penerbit indie, berselang 3 bulan tepatnya Januari 2020 terbitlah  buku pertama yang berjudul Blog Untuk Guru Era 4.0.

Pemateri ke-7 Belajar Menulis gelombang 18 ini sejak juli 2020 bisa membantu menerbitkan buku para penulis melalui Penerbit Gemala yang merupaan anak perusahaan Keira publishing dan telah terdaftar di IKAPI, adapun ketentuan umumnya silahkan melihat di poster.


Mungkin orang akan bertanya-tanya, apakah benar hanya dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? kenyataanya sudah ada 46 buku yang terbit.

Selain ketentuan umum ada ketentuan khusus di penerbit Gemala :

1.       Cetak ulang harus di penerbit Gemala

2.       Cetak ulang minimal 10 buku

3.       Proses cetak minimal 1 bulan sejak biaya ditransfer

4.       Ukuran kertas A5

5.       Maximal 130 halaman, selebihnya ada biaya tambahan

6.       Sertakan dalam naskah : cover (judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomer halaman), profil penulis dan sinopsis.

Untuk editing, penerbit tidak mengecek secara detail, saran saya jangan terlalu mengandalkan penerbit untuk editing. Pastikan naskah yang dikirim sudah tidak ada kesalahan.

 

Tips dalam mengedit naskah :

1.       Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm…)

2.       Jangan ada tulisan yang salah ketik (typo)

3.       Dalam satu paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

4.       Biasakan membuat kalimat pendek-pendek dan tidak membingungkan

5.       Setiap bab baru harus berada di halaman baru

Sekian, Terimakasih

Salam Literasi

Tanggal pertemuan        : Senin, 19 April 2021

Resume ke                       : 7

Tema                                 : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber                    : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Gelombang                      : 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menulis itu Mudah

Benarkah menulis itu mudah? Menurut bapak Ngainun Naim menulis itu MUDAH. Bagaimana caranya? Ada 6 kunci agar mudah untuk menulis : 1. Setti...