Sabtu, 24 April 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 

Hari ini Senin 19 April 2021, pelatihan menulis gelombang 18  telah memasuki hari ke-7. Seperti biasa di bulan suci ramadhan kegiatan dilaksanakan di siang hari, Tepat pukul 13.00 WIB Moderator yang hebat siapa lagi kalau bukan Bapak Sucipto, S.Pd membuka acara dengan membaca basmalah dilanjutkan menyampaikan susunan acara ;

1.       Pembukaan

2.       Paparan narasumber (60 menit)

3.       Tanya jawab (60 menit)

4.       Penutup

Pada pertemuan kali ini menghadirkan narasumber muda nan luar biasa Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd. Adapun tema siang ini adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.

Bapak Brian Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, bertugas sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta, beliau alumni Belajar Menulis gelombang 4, telah  melahirkan 3 buku solo dan beberapa buku antologi.

Narasumber mengawali materi pelatihan dengan terlebih dahulu mengucapkan puji syukur dapat mengikuti Belajar menulis pada maret 2020, beliau merasakan betapa manfaat pelatihan sangat banyak, sehingga saat ini bersedia meluangkan waktunya demi menjadi relawan membantu Om Jay mengurus Pelatihan Belajar Menulis ini. Beliau juga berterima kasih diberi kesempatan untuk mengisi materi dalam pelatihan belajar menulis,  semoga semua tetap semangat menulis sampai menerbitkan buku yang merupakan syarat kelulusan pelatihan Belajar Menulis, sekalipun belajarnya melalui whatssapp.

Ketika awal didirikan Pelatihan Belajar Menulis, belum menghadirkan narasumber yang membahas tentang teknik menerbitkan buku di penerbit Indie namun sekarang sudah menghadirkan  narasumber dari beberapa penerbit Indie, bahkan ada penerbit  yang mau melayani penerbitan tanpa seleksi, ini kesempatan yang baik dan sayang jika disia-siakan.

Dahulu saat Penerbit Indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu Penerbit Mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex media dan lain-lain. Penulis harus mati-matian berjuang mengikuti proses seleksi agar tulisan bisa tembus di penerbit dan ketika naskah dinyatakan diterima harus menunggu sangat lama untuk antri diterbitkan.

Saat ini ada ada Penerbit Indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut :

1.       Naskah pasti diterbitkan

2.       Proses penerbitan mudah dan cepat

3.       Biaya sangat murah

Pak Brian yang rendah hati menyampaikan bahwa 3 Buku Solo beliau juga diterbitkan di Penerbit Indie, apa jadinya jika tidak ada Penerbit Indie mungkin buku saya belum tercetak, memang disini  memerlukan  biaya untuk fasilitas pra cetak sebagai konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, biaya menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapatkan hasil cetak yang memuaskan.

Sejak tahun 2014 narasumber muda ini sebenarnya mempunyai keinginan menulis buku tutorial blog namun terkendala dengan siapa yang menjadi mentor untuk membimbing, dimana dan bagaimana menerbitkan buku secara mandiri.  Beliau hanya tahu nulisbuku.com gratis cetak tetapi tidak termasuk desain cover dan ISBN, jika mau biayanya sekitar satu juta, waktu itu masih kuliah tidak mungkin mengeluarkan biaya sebesar itu akhirnya semangat naik turun, dan naskah hanya tersimpan di laptop.

Pada tahun 2019 tidak sengaja menemukan hastag di instagram tentang penerbit indie, semangat beliau menyelesaikan naskah bangkit lagi. Naskah tutorial blog dirombak menjadi panduan blog khusus guru, sebab blog khusus untuk guru masih sedikit. Akhir Oktober 2019 mengirimkan naskah ke penerbit indie, berselang 3 bulan tepatnya Januari 2020 terbitlah  buku pertama yang berjudul Blog Untuk Guru Era 4.0.

Pemateri ke-7 Belajar Menulis gelombang 18 ini sejak juli 2020 bisa membantu menerbitkan buku para penulis melalui Penerbit Gemala yang merupaan anak perusahaan Keira publishing dan telah terdaftar di IKAPI, adapun ketentuan umumnya silahkan melihat di poster.


Mungkin orang akan bertanya-tanya, apakah benar hanya dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN ? kenyataanya sudah ada 46 buku yang terbit.

Selain ketentuan umum ada ketentuan khusus di penerbit Gemala :

1.       Cetak ulang harus di penerbit Gemala

2.       Cetak ulang minimal 10 buku

3.       Proses cetak minimal 1 bulan sejak biaya ditransfer

4.       Ukuran kertas A5

5.       Maximal 130 halaman, selebihnya ada biaya tambahan

6.       Sertakan dalam naskah : cover (judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomer halaman), profil penulis dan sinopsis.

Untuk editing, penerbit tidak mengecek secara detail, saran saya jangan terlalu mengandalkan penerbit untuk editing. Pastikan naskah yang dikirim sudah tidak ada kesalahan.

 

Tips dalam mengedit naskah :

1.       Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm…)

2.       Jangan ada tulisan yang salah ketik (typo)

3.       Dalam satu paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

4.       Biasakan membuat kalimat pendek-pendek dan tidak membingungkan

5.       Setiap bab baru harus berada di halaman baru

Sekian, Terimakasih

Salam Literasi

Tanggal pertemuan        : Senin, 19 April 2021

Resume ke                       : 7

Tema                                 : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber                    : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Gelombang                      : 18

 

Mohon maaf penulis pemula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis itu Mudah

Benarkah menulis itu mudah? Menurut bapak Ngainun Naim menulis itu MUDAH. Bagaimana caranya? Ada 6 kunci agar mudah untuk menulis : 1. Setti...